BULAN PeDeS 9th Edition (04.03.2012)

Perisai Diri

“Pandai Silat Tanpa Sakit”

Secara umum, Silat dikenal sebagai seni bela diri yang identik dengan seni bertarung. Banyak orang mengira bahwa mengikuti silat akan penuh dengan kontak fisik yang menimbulkan cedera. Bukan hanya itu, dari silatnya sendiri masih banyak yang memegang pedoman bahwa jika ingin pandai bela diri maka banyak – banyaklah bertarung dan merasakan sakit. Logika yang sederhana adalah, bagaimana kita bisa menguasai bela diri jika kita sakit. Secara esensi, bela diri berarti menyelamatkan diri, sehingga bela diri bukan membuat seseorang yang menguasainya menjadi sakit, bahkan sebaliknya akan sehat dan selamat. Inilah salah satu kehebatan Guru Besar Perisai Diri, Bapak Raden Mas Soebandiman Dirdjoatmodjo (Pak Dirdjo), yang menciptakan Perisai Diri dengan motto “Pandai Silat Tanpa Sakit”.

Motto Perisai Diri ini dapat dibuktikan dari perbedaan antara Perisai Diri dengan perguruan – perguruan silat lainnya. Banyak perguruan – perguruan silat yang mengakhiri proses latihannya dengan “sabung” atau duel, sebagai bentuk evaluasi. Dalam “sabung” tersebut hanya didapatkan suatu keberanian, dan sudah jelas bahwa kontak fisik atau benturan – benturan akan kerap terjadi, yang membuat sedikit banyak cedera. Lain halnya dengan Perisai Diri, yang mana bentuk evaluasi latihannya adalah “Serang Hindar”. Dalam “Serang Hindar” anggota Perisai Diri wajib menggunakan Teknik Perisai Diri serta memiliki tugasnya masing – masing, yaitu menyerang atau menghindar. Dalam”Serang Hindar” ini, pelaku “Serang Hindar” wajib menyerang atau menghindar dengan mengaplikasikan teknik Perisai Diri dengan baik dan benar berdasarkan pedoman – pedoman “Serang Hindar”. Hal ini membuat pelaku “Serang Hindar” belajar dengan benar bagaimana cara menyerang dan menghindar, sehingga benturan – benturan tidak akan terjadi. Selain itu, “Serang Hindar” memiliki filosofi “asah, asih, asuh”, yang bermakna bahwa “Serang Hindar” bukan bertujuan untuk menghancurkan melainkan memberikan pelajaran yang baik dan benar, sehingga jika pihak penyerang maupun pihak yang menghindar mampu menjalankan teknik dengan baik dan benar dalam “Serang Hindar”, maka akan saling mengetahui kebaikan dan kebenaran yang ada di dalamnya, dan akan terjalin silaturahim diantara sesama.

“Serang Hindar” tidak dilakukan secara langsung tanpa adanya pembekalan terlebih dahulu. Sebelum melakukan “Serang Hindar”, pelaku “Serang Hindar” melewati serangkaian latihan, mulai dari peregangan, pembekalan teknik, drilling, simulasi secara berpasangan, dan lain sebagainya. Sehingga “Serang Hindar” dapat dilaksanakan dengan baik dan benar, dan tidak secara sembarangan. Oleh karenanya, pelaku “Serang Hindar” memiliki kewajiban untuk menguasai teknik – teknik Perisai Diri. Tanpa teknik – teknik Perisai Diri, “Serang Hindar” tidak dapat dilakukan.

Selain ditinjau dari segi “Serang Hindar”, “Pandai Silat Tanpa Sakit” dapat dibuktikan melalui materi teknik Perisai Diri. Gerakan – gerakan teknik Perisai Diri didasarkan pada bentuk anatomi manusia, sehingga tidak ada gerak yang dipaksakan yang tidak sesuai dengan anatomi manusia, yang dapat mengakibatkan cedera. Gerakan – gerakan teknik Perisai Diri melatih secara anatomis seluruh tubuh manusia mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki. Sehingga seluruh gerakan – gerakan teknik Perisai Diri mampu melatih seluruh tubuh manusia secara baik dan benar. Oleh karenanya akan mengakibatkan kebugaran dan kesehatan secara alami.

Sebagai contoh sederhana adalah, Perisai Diri menggunakan sendi putar untuk melakukan gerakan putaran. Teknik Perisai Diri melatih sendi putar sebagaimana fungsinya, sehingga fungsi dari sendi putar yang dimiliki akan terus terjaga. Selain itu Teknik Perisai Diri mengajarkan untuk selalu tegap dalam setiap gerakan yang dilakukan, sesuai dengan anatomi tubuh manusia.

Dari sebagian pola – pola latihan Perisai Diri inilah, maka Perisai Diri memberikan pelajaran silat dengan motto “Pandai Silat Tanpa Sakit”. Ini merupakan salah satu bukti kehebatan Guru Besar Perisai Diri, Bapak Raden Mas Soebandiman Dirdjoatmodjo, yang melihat fungsi silat dari segi kesehatan.

Penulis

Nama : Yanuar Fauzuddin, SE, MM
Tmpt / Tgl Lahir : Surabaya, 03 Januari 1985
Tingkat Perisai Diri : Biru
Pekerjaan : Dosen Universitas Wijaya Putra
Contact
HP : 085648381705
E-Mail : yayan_melodic@yahoo.co.id
YM : yayan_melodic
FB : Yayan Melodic
Twitter : @yayan_melodic

2 Comments (+add yours?)

  1. ki serang sebrang wetan
    Oct 14, 2012 @ 21:18:40

    mhn di info utk tmpt latihan yg di perbolehkan utk saya yg sdh 10 thn lbh tdk berlatih dan saya ingin berlatih .

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: