BULAN PeDeS 6th Edition (05.02.2012)

Perisai Diri Terhadap Pendidikan

(Perisai Diri Mencegah Kenakalan Remaja)

Pada edisi perdana buletin ini, telah dijelaskan bagaimana Perisai Diri mampu menunjang proses pendidikan yang dibahas dari sudut pandang Teknik Perisai Diri. Dalam edisi ini akan dibahas bagaimana Perisai Diri dapat menunjang dunia pendidikan secara informal, yaitu Perisai Diri dapat mencegah kenakalan remaja.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa akhir – akhir ini sering kali diberitakan mengenai kenakalan – kenakalan remaja yang cukup meresahkan dunia pendidikan. Beberapa contoh bentuk kenakalan remaja adalah, tawuran antar pelajar, penggunaan minuman keras dan obat – obatan terlarang (narkoba), geng motor yang anarkis, pemalakan, hingga pemerkosaan, dsb. Kenakalan – kenakalan remaja yang berbuah kriminalitas ini disebabkan oleh kurangnya pendidikan karakter sejak dini yang diterima oleh tiap – tiap individu.

Secara usia, jenjang pendidikan manusia dibedakan menjadi beberapa kelompok, yaitu balita, pra-remaja, remaja, dewasa dan lansia. Secara jenis atau bentuk, pendidikan dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu formal dan informal. Sedangkan menurut lingkungan, pendidikan dapat diperoleh melalui lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Kesalahan yang sangat umum terjadi adalah, ketidaktepatan memberikan materi pendidikan menurut jenjang usianya, terlalu dominan dalam memberikan pendidikan formal, dan terlalu membatasi lingkungan dalam memperoleh pendidikan. Pendidikan karakter secara tepat akan membentuk pola pikir yang berwawasan luas, intelektual dan memiliki kepedulian serta bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya. Pendidikan akademik tidak akan memiliki arti jika tidak ditunjang dengan pola pikir yang baik.

Masa remaja merupakan masa dimana seseorang memiliki emosi yang sangat labil, sehingga di masa tersebut adalah masa penentuan jati diri seseorang. Sedikit saja kesalahan yang dibuat akan dapat menentukan bagaimana perjalanan seseorang tersebut di masa depan. Perisai Diri merupakan salah satu bentuk pendidikan informal yang mampu menunjang pendidikan formal seseorang. Ditinjau dari metode kepelatihannya, Perisai Diri memberikan pendidikan melalui Teknik dan Serang Hindar. Metode kepelatihan ini membentuk pola pikir yang cepat, tepat, dan bertanggung jawab serta memiliki unsur asah, asih dan asuh. Teknik sendiri merupakan ilmu yang berkembang, sehingga akan meminimalisir atau bahkan menghilangkan pola pikir yang kaku dan akan menciptakan pola pikir yang fleksibel. Pola pikir yang fleksibel akan mengarahkan emosi yang labil menjadi laku yang baik. Serang hindar merupakan suatu bentuk evaluasi latihan Teknik Perisai Diri. Tidak seperti Pencak Silat pada umumnya, dimana bentuk evaluasinya adalah fight bebas (tarung bebas/sabung), serang hindar adalah dimana satu atau banyak orang menyerang dan satu orang menghindari serangan tersebut. Serangan dan hindaran dilakukan dengan menggunakan Teknik yang telah diajarkan. Dalam Serang Hindar ini tidak hanya akan terbentuk suatu keberanian, melainkan akan terbentuk suatu rasa tanggung jawab dan kepedulian atas segala apa yang dilakukan.

Dari ulasan di atas dapat dilihat bahwa metode kepelatihan Perisai Diri mampu memberikan pendidikan karakter positif yang kuat. Hal ini sangat sesuai untuk ditanamkan pada saat usia remaja, sehingga emosi yang sangat labil mampu diarahkan pada sesuatu yang positif dan memberikan manfaat. Metode kepelatihan Perisai Diri ini akan lebih baik lagi jika diajarkan mulai usia pra-remaja, sehingga pada saat remaja sudah memiliki karakter positif yang kuat, dan pada saat dewasa akan mampu mendalami sesuatu dengan lebih fokus dan konsentrasi, serta pada saat lansia akan mampu secara total mendermawankan dan menyantunkan ilmu pengetahuan yang dimiliki demi generasi penerus yang lebih baik.

Pendidikan karakter di Perisai Diri guna mencegah kenakalan remaja juga dituangkan secara tertulis pada Janji Perisai Diri. Di dalamnya terdapat pendidikan ketuhanan, kenegaraan hingga kekeluargaan, dimana kesemuanya dapat membentuk karakter yang positif dan kuat, sehingga diusia remaja akan mampu mengarahkan emosi yang labil menjadi laku yang dapat bermanfaat bagi lingkungan dan sesamanya.

Dari pembahasan yang telah dilakukan maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa sistem pendidikan di Perisai Diri mampu menunjang pendidikan secara umum dengan membentuk suatu karakter positif yang kuat, sehingga akan mampu mencegah kelabilan emosi diusia remaja agar tidak menjadi kenakalan remaja.

Penulis

Nama : Yanuar Fauzuddin, SE, MM
Tmpt / Tgl Lahir : Surabaya, 03 Januari 1985
Tingkat Perisai Diri : Biru
Pekerjaan : Dosen Universitas Wijaya Putra
Contact
HP : 085648381705
E-Mail : yayan_melodic@yahoo.co.id
YM : yayan_melodic
FB : Yayan Melodic
Twitter : @yayan_melodic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: