BULAN PeDeS 5th Edition (29.01.2012)

Perisai Diri Sebagai Budaya Asli Bangsa Indonesia

Mengutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya, menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Budaya bangsa merupakan kebudayaan yang dimiliki suatu bangsa yang menjadi ciri khas bangsa tersebut. Sebagai suatu hal yang menjadi ciri khas suatu bangsa, budaya bangsa memiliki peran dan fungsi menciptakan dan membentuk integritas, persatuan dan kesatuan, ketahanan nasional, hingga akhlak dan moral suatu bangsa. Hal ini dikarenakan budaya mampu menimbulkan rasa cinta tanah air yang mengakibatkan terciptanya persatuan dan kesatuan ditengah banyaknya perbedaan serta kepedulian akan kemajuan dan perkembangan bangsa.

Bangsa Indonesia memiliki beraneka macam ragam budaya asli bangsa Indonesia, mulai dari kesenian hingga tata cara pergaulan. Salah satu budaya asli bangsa Indonesia adalah Pencak Silat. Pencak Silat merupakan seni bela diri yang diciptakan oleh nenek moyang bangsa Indonesia, yang mana diwariskan secara turun menurun dari masa ke masa. Pencak Silat sendiri memiliki beraneka ragam jenis dan bentuk, oleh karena banyaknya suku bangsa yang ada di Indonesia. Pada awalnya, Pencak Silat ini tercipta sebagai bentuk seni perang dalam mempertahankan diri dari penjajah Indonesia. Tiap – tiap suku bangsa di Indonesia memiliki bentuk seni perangnya masing – masing, sesuai dengan karakternya. Perisai Diri merupakan salah satu cabang Pencak Silat. Secara organisasi, Perisai Diri, yang didirikan oleh Bapak Raden Mas Soebandiman Dirdjoatmodjo (Pak Dirdjo), merupakan satu dari sepuluh perguruan Pencak Silat yang ada di Indonesia yang menjadi perintis berdirinya Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI). Melihat dari sejarah Perisai Diri sendiri, Pak Dirdjo menciptakan Perisai Diri dari hasil pengembaraan beliau dari Sabang sampai Merauke untuk mempelajari ilmu bela diri silat yang ada di Indonesia. Dari hasil mempelajari berbagai macam bentuk dan jenis Pencak Silat yang ada di Indonesia, Pak Dirdjo mengembangkannya sehingga menjadi Perisai Diri. Oleh karena itu Perisai Diri merupakan budaya asli bangsa Indonesia.

Di era moderen saat ini, bangsa Indonesia sedang mengalami krisis budaya. Hal ini dapat dilihat dari adanya kasus dimana terdapat negara asing yang mengklaim kepemilikan budaya yang sebenarnya milik bangsa Indonesia. Kejadian ini dikarenakan kurang adanya perhatian khusus terhadap kemajuan dan perkembangan budaya asli bangsa Indonesia. Ditambah lagi banyaknya budaya asing yang masuk ke Indonesia, dan bangsa Indonesia lebih memilih budaya asing tersebut daripada budayanya sendiri. Fenomena yang seperti ini mengakibatkan krisis mental kebangsaan dan kenegaraan sehingga menimbulkan kemerosotan rasa cinta dan kepedulian terhadap tanah air. Secara budaya, saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami sindrom “meniru”. Jika hal ini terjadi terus menerus, secara kebangsaan, maka bangsa Indonesia tidak lagi memiliki identitas nasional, integritas akan menurun, terjadi banyak perpecahan, dan terlebih lagi bangsa Indonesia akan mengalami masa penjajahan kembali oleh bangsa asing. Secara perseorangan dan kemasyarakatan, nilai – nilai luhur nenek moyang bangsa Indonesia, seperti gotong royong, tepo seliro, saling menghargai, dsb, akan hilang, masing – masing orang akan bersikap individualis tanpa memperhatikan sekitarnya, sehingga kepentingan yang ada hanyalah kepentingan pribadi dan golongan, bukan kepentingan bersama. Krisis mental ini akan membawa bangsa Indonesia menuju krisis akhlak.

Perisai Diri sebagai budaya asli bangsa Indonesia, membawa nilai – nilai luhur yang budaya bangsa Indonesia dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal tersebut dituangkan dalam Janji Perisai Diri nomor tiga, “Mendahulukan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan”, serta Janji Perisai Diri nomor lima, “Memupuk rasa kasih sayang dan kekeluargaan diantara sesama anggota”. Melalui Pencak Silat, Perisai Diri memberikan pengetahuan dan pelajaran mengenai budaya asli bangsa Indonesia. Di dalam kurikulumnya, Perisai Diri memberikan semangat kebangsaan dan kenegaraan serta kasih sayang dan kekeluargaan, sehingga nilai – nilai luhur asli bangsa Indonesia akan terus membudaya. Dari pembahasan yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagai budaya asli bangsa Indonesia, Perisai Diri membantu memperkokoh integritas, persatuan dan kesatuan, ketahanan nasional, hingga membentuk mental dan akhlak yang baik bagi bangsa Indonesia.

Jadi, jika kita adalah bangsa Indonesia, mengapa kita harus malas untuk mempelajari kebudayaan bangsa sendiri??? Terlebih lagi mengapa kita harus meniru kebudayaan bangsa asing???

Penulis

Nama : Yanuar Fauzuddin, SE, MM
Tmpt / Tgl Lahir : Surabaya, 03 Januari 1985
Tingkat Perisai Diri : Biru
Pekerjaan : Dosen Universitas Wijaya Putra
Contact
HP : 085648381705
E-Mail : yayan_melodic@yahoo.co.id
YM : yayan_melodic
FB : Yayan Melodic
Twitter : @yayan_melodic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: