BULAN PeDeS 3rd Edition (08.01.2012)

Jenjang Pendidikan Perisai Diri

Sebagai Jalan Menuju Perdamaian Dunia

Perisai Diri memiliki jenjang pendidikan mulai Dasar hingga Kuning Emas (Pendekar). Pak Dirdjo membuat jenjang pendidikan di Perisai Diri sedemikian rupa bukan tanpa maksud dan tujuan apa – apa, melainkan terdapat maksud dan tujuan yang mulia di dalamnya. Berikut akan dikupas satu persatu secara singkat atas apa maksud dan tujuan tiap – tiap jenjang pendidikan di Perisai Diri. Dimulai dengan tingkat Dasar I, Dasar II hingga Calon Keluarga (Cakel). Pada tingkat tersebut seorang Perisai Diri harus mengetahui atau mengenal dengan benar dasar – dasar bagaimana akan memulai belajar Perisai Diri. Dianalogikan seperti layaknya bangunan, pada tingkat ini merupakan sebuah pondasi yang mana jika sebuah bangunan tidak memiliki sebuah pondasi yang kuat maka bangunan tersebut mudah roboh atau runtuh. Sehingga tidaklah mungkin seorang Perisai Diri akan mencapai maksud dan tujuan sebenarnya di Tingkat Kuning Emas jika tidak mengetahui dan mengenal dengan benar dasar – dasar di Perisai Diri.

Setelah tingkat dasar tersebut, barulah dilanjutkan dengan jenjang pendidikan selanjutnya, yaitu Tingkat Putih-Hijau-Biru-Merah-Kuning Emas. Tingkat Putih yaitu dimulainya seorang Perisai Diri masuk menjadi Keluarga Besar Perisai Diri. Menjadi keluarga di Perisai Diri dimulai di Tingkat Putih karena warna putih melambang kesucian dan kebersihan. Seorang di Tingkat Putih harus memiliki jiwa yang suci dan bersih sehingga tidak ada sedikit pun keinginan untuk mengotori, membohongi bahkan mengkhianati yang dapat mengakibatkan perpecahan. Tingkat selanjutnya adalah Tingkat Hijau. Warna hijau melambangkan kesegaran, sehingga setelah seorang Perisai Diri memiliki jiwa yang suci dan bersih, maka akan memiliki jiwa yang segar. Sehingga akan selalu semangat untuk menempuh tingkat – tingkat selanjutnya. Di tingkat ini seorang Perisai Diri harus memerangi kemalasan dan kesombongan karena jiwa yang segar harus mampu menyegarkan sekitarnya seperti layaknya sebuah air. Tingkat selanjutnya adalah Tingkat Biru, dimana warna biru adalah melambangkan pengembangan. Di tingkat ini, seorang Perisai Diri harus bisa mengembangkan sifat – sifat suci dan bersih serta segar yang diperoleh di tingkat sebelumnya sehingga akan dapat merasakan keberadaan baik dan benar. Pengembangan tersebut dilakukan baik dibidang Teknik-nya maupun organisasinya sehingga sudah tidak ada lagi saling salah menyalahkan dan yang ada hanyalah saling sayang menyayangi dan hormat mengormati. Oleh karena itu seorang Perisai Diri di Tingkat Biru akan selalu menyayangi yang lebih muda dan akan selalu menghormati yang lebih tua.

Tingkat selanjutnya adalah Tingkat Merah, yang mana warna merah melambangkan keberanian. Setelah mampu menyayangi yang lebih muda dan menghormati yang lebih tua, maka seorang Perisai Diri harus memiliki sifat berani, yaitu berani menunjukkan bahwa yang benar itu benar dan berani mengakui semua kesalahannya untuk menjadi sesuatu kebenaran. Selain itu harus berani menegur, mengingatkan dan menjelaskan suatu kesalahan serta berani memberikan jalan keluar untuk menjadi suatu kebenaran, bukan hanya pandai menyalahkan tanpa tahu bagaimana kebenarannya. Jadi seorang Tingkat Merah harus memiliki sifat deramawan dan berani mendermawankan ilmu – ilmunya, serta memiliki sifat penyantun dan berani menyantunkan ilmu – ilmunya kepada kesalahan – kesalahan agar tidak menjadi kesalahan yang lebih dalam lagi. Pada akhirnya mencapai Tingkat Kuning Emas, yang mana warna kuning emas melambangkan suatu kesetiaan dan keikhlasan. Seorang Tingkat Kuning Emas harus memiliki sifat atau jiwa Budi Luhur, karena semua yang dilakukan sudah harus dengan rasa penuh kesetiaan dan keikhlasan yang mendalam dari lubuk hatinya, serta istiqomah (konsentrasi penuh), bukan hanya sebuah pikiran saja.

Dari penjabaran secara singkat mengenai jenjang pendidikan di Perisai Diri, dapatlah ditarik suatu kesimpulan bahwa sistem pendidikan di Perisai Diri tidak mengarahkan, bahkan tidak menginginkan, suatu perpecahan, permusuhan, pertikaian dan kekerasan diantara anggota Perisai Diri pada khususnya dan umat manusia pada umumnya. Sehingga pendidikan di Perisai Diri dapat dikatakan secara langsung maupun tidak langsung adalah sebagai jalan menuju perdamaian dunia, karena maksud dan tujuan akhir jenjang pendidikan Perisai Diri adalah Jiwa Budi Luhur. Manusia yang memiliki Jiwa Budi Luhur akan memiliki Akhlak yang baik sehingga terciptalah perdamaian di dunia. Sesuai dengan pesan dari Guru Besar Perisai Diri, Bapak Raden Mas Soebandiman Dirdjoatmodjo, yaitu “Jadilah seorang Pendekar (Tingkat Kuning Emas) yang Berbudi Luhur”.

Penulis

Nama : Nunung
Tmpt / Tgl Lahir : Surabaya, 08 April 1956
Tingkat Perisai Diri : Merah Kuning
Pekerjaan : Purna Tugas
Contact
HP : 03191103777

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: