BULAN PeDeS 2nd Edition (01.01.2012)

Nama Organisasi “Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri” Sebagai Pendidikan Karakter dan Moral

Nama organisasi “Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri” bukanlah sebuah nama tanpa arti, konsekuensi dan implementasi. Nama “Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri” diciptakan berdasarkan visi, misi dan tujuan yang dibawa oleh Bapak Raden Mas Soebandiman Dirdjoatmodjo (Pak Dirdjo) melalui Perisai Diri. Untuk mengetahui maksud dan tujuan Pak Dirdjo membuat nama “Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri”, dapat diamati dari tiga buah suku kata yang terdapat di dalamnya, yaitu “Keluarga Silat”, “Nasional Indonesia”, dan “Perisai Diri”. Secara singkat, tiga penggalan suku kata tersebut akan dibahas satu persatu.

“Keluarga Silat”, inilah dasar yang membedakan antara Perisai Diri dengan cabang pencak silat lainnya. Pak Dirdjo menciptakan Perisai Diri bukanlah sebagai suatu perguruan, melainkan sebagai sebuah keluarga. Dalam suatu perguruan silat, titik poin pengajarannya adalah silat, sedangkan Keluarga Silat, titik poin pengajarannya adalah kekeluargaan. Secara umum, nilai – nilai yang terkandung dalam kekeluargaan pastilah memberikan sesuatu hal yang positif, baik ditinjau dari segi agama maupun ilmu pengetahuan. Beberapa bentuk nilai – nilai kekeluargaan adalah : saling tolong menolong, saling mengingatkan, saling mendidik, dsb. Silat sendiri merupakan suatu seni bela diri yang mana akan sangat berbahaya jika digunakan tanpa adanya pedoman yang baik dan benar. Salah satu contoh bentuk penyalahgunaan silat yang sudah terjadi di masyarakat adalah, tawuran antar perguruan silat. Oleh karena itu, Pak Dirdjo mengambil titik poin pengajaran nilai – nilai kekeluargaan, supaya seluruh anak didiknya memiliki karakter dan moral seperti yang terkandung dalam nilai – nilai kekeluargaan. Hal ini dibuktikan oleh Pak Dirdjo dengan cara mengajarkan Perisai Diri secara kasih sayang, tanpa penuh kekerasan, dan membuat suasana seperti sebuah keluarga walaupun anggota Perisai Diri berasal dari beraneka macam suku, ras, agama dan golongan. Nilai – nilai kekeluargaan yang telah ditanamkan Pak Dirdjo ini pada akhirnya membuat ilmu silat Perisai Diri menjadi fungsionil dan bermanfaat serta banyak memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat. Oleh karena itu, Pak Dirdjo menciptakan nama “Keluarga Silat”, bukan “Perguruan Silat”, ataupun “Silat Keluarga” (karena Perisai Diri bukan silat milik satu keluarga).

Suku kata yang kedua adalah “Nasional Indonesia”. Pak Dirdjo mempelajari ilmu silat semenjak beliau masih kecil, yang mana pada saat itu masa – masa penjajahan masih terasa. Saat itu penggalakan semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia masih sangat gencar. Melalui Perisai Diri, Pak Dirdjo ikut berpartisipasi dalam menanamkan semangat nasionalisme,cinta tanah air, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Dalam paham dan keyakinan seluruh agama, setiap orang diwajibkan untuk membela tanah airnya hingga titik darah penghabisan. Melalui Perisai Diri, Pak Dirdjo ingin menanamkan pendidikan itu. Harapan Pak Dirdjo, bahwa ilmu Perisai Diri yang diajarkan beliau dapat digunakan semaksimal dan seoptimal mungkin bagi seluruh anggotanya untuk membela tanah airnya tercinta. Oleh karena Pak Dirdjo berkewarganegaraan Indonesia, beliau menggunakan nama “Nasional Indonesia”. Sehingga secara langsung maupun tidak langsung, Perisai Diri mengajarkan pendidikan moral kebangsaan dan karakter cinta tanah air.

Suku kata terakhir merupakan suku kata inti, yaitu “Perisai Diri”. Makna dari “Perisai Diri” ini merujuk pada hakekat manusia. “Perisai Diri” bukanlah “Perisai Kamu”, “Perisai Dia”, “Perisai Kita”, atau bahkan “Perisai Mereka”; karena bagaimana seseorang dapat membantu memerisai “kamu”, “dia”, “kita”, bahkan “mereka” jika seseorang tersebut tidak mampu memerisai dirinya sendiri. Pada dasarnya, seorang manusia haruslah dapat bermanfaat bagi manusia lainnya. Untuk dapat bermanfaat bagi manusia lainnya, seorang manusia haruslah dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri. Pak Dirdjo mengajarkan bagaimana cara memerisai dan melindungi diri sendiri sehingga dapat membantu memerisai dan melindungi orang lain. Oleh karena itu, harapan Pak Dirdjo melalui Perisai Diri, yaitu seluruh anggota Perisai Diri memiliki semangat dalam menuntut ilmu pengetahuan (baik agama, sains, maupun sosial) dengan baik dan benar, sehingga ilmu pengetahuan tersebut dapat bermanfaat bagi sesamanya, bangsa dan negaranya; serta seluruh alam semesta.

Penjabaran singkat di atas memberikan kesimpulan bahwa Perisai Diri, ditinjau dari nama organisasinya, memberikan pendidikan karakter dan moral, baik dari segi sosial kemasyarakatan, berbangsa dan bernegara, hingga agama, kepada seluruh anggotanya. Sehingga dengan berlatih Perisai Diri, diharapkan setiap individu memiliki karakter dan moral yang baik, benar, dan kuat.

Penulis

Nama : Yanuar Fauzuddin, SE, MM
Tmpt / Tgl Lahir : Surabaya, 03 Januari 1985
Tingkat Perisai Diri : Biru
Pekerjaan : Dosen Universitas Wijaya Putra
Contact
HP : 085648381705
E-Mail : yayan_melodic@yahoo.co.id
YM : yayan_melodic
FB : Yayan Melodic
Twitter : @yayan_melodic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: