Survey LAPD 2010-Dlundung Trawas (25 Sept 2010)

Pada hari Sabtu kemaren, tanggal 25 sept 2010, beberapa orang dari PD SMANAM melakukan perjalanan yang sangat penting sekali, yaitu dalam rangka Survey LAPD 2010. Beberapa orang tersebut adalah Mas Nununk, Mas Yayan, Mbak Nana dan Mas Karib. Keempat orang tersebut melakukan perjalanan menuju daerah Trawas-Mojokerto, tepatnya di Wana Wisata Air Terjun Dlundung (Dlundung). Tujuan keempat orang tersebut disana adalah untuk men-survey lokasi yang akan digunakan dalam acara LAPD yang akan dilaksanakan pada tanggal 15-17 Oktober 2010 nanti. Selain itu keempat orang tersebut membawa misi yang sangat penting sekali, yaitu menghantarkan perijinan kepada pihak – pihak terkait di lokasi (bikin deg2an aja nih….). Pihak – pihak terkait tersebut adalah Pimpinan Wisata Air Terjun Dlundung, Bapak Camat, Bapak Danramil dan Bapak Kapolsek (sowan dateng poro pejabat).
Perjalanan dimulai terlebih dahulu dengan berkumpul di jogging track (belakang SMAN 6 Surabaya) pada pukul 07.30. Perjalanan ke TKP dimulai pukul 08.00. Mereka berempat menempuh perjalanan selama satu setengah jam yang Alhamdulillah-nya tidak ada hambatan traffic jam. Rute yang ditempuh adalah Surabaya-Krian-Mojosari-Trawas. Dengan kendaraan motor ber-cc 110 dan 100, mereka sedikit bermain gigi kopling (bukan gigon lho yaa….) ketika memasuki daerah Trawas, yang dikarenakan kondisi jalan yang menanjak.

Jam tangan menunjukkan pukul 09.30 tepat ketika mereka memasuki pintu gerbang Wana Wisata Air Terjun Dlundung. Dengan memberikan retribusi sebesar Rp.5.500,-/orang kepada penjaga loket, mereka berhasil masuk dengan aman. Tujuan pertama di dalam lokasi adalah warung makan Mak Taji (lapar sedang menghantui mereka…). Ternyata Mak Taji belum menyediakan masakan dan akhirnya beralih ke warung bakso sebelah warung Mak Taji. tanpa basa – basi, mereka memesan 4 mangkok bakso dan 1 mangkok es campur. Setelah menghabiskan semangkok bakso masing – masing, mereka bersemangat untuk mengelilingi lokasi Wana Wisata Air Terjun Dlundung.

Walaupun sudah melihat bahwa lokasi berstruktur bukit, mereka tetap yakin kuat menempuhnya. Start awal perjalanan dimulai dari rute sebelah kamar mandi dekat jajaran warung. Rute terlihat sangat menanjak, tapi keempat orang tersebut meyakinkan tekadnya (sok kuat). Perjalanan dimulai…..tetapi belum sampai 10 menit berjalan keempat orang tersebut “ngos – ngos an”. Mereka geleng – geleng kepala sendiri melihat kondisi masing – masing. tetapi dengan semangat perjuangan ’45, mereka berhasil melewati jalan tanjakan tersebut dan beristirahat di Ground 14 (ground yang nantinya akan digunakan LAPD).

Menurut pengalaman salah satu personil, di Dlundung terdapat 4 air terjun di 3 lokasi berbeda. Air trjun pertama berada di lokasi bawah yang sering digunakan untuk wisata, air terjun kedua berada di tengah2 antara air terjun pertama dan ketiga keempat. air terjun ketiga dan keembat berada pada lokasi yang sama yang paling tinggi, biasa disebut air terjun kembar. Mas Yayan, Mbak Nana dan Mas Karib berniat menjangkau air terjun yang kedua. Tetapi Mas Nununk memilih untuk beristirahat di Ground 14. Mas Yayan, Mbak Nana dan Mas Karib langsung tancap gas menuju lokasi. Belum sampai lokasi mereka bertemu dengan 2 orang pemuda pemudi yang berasal dari SMAN 17 Surabaya. Mereka adalah anggota pecinta alam SMAN 17 Surabaya. Mas Yayan menyapa mereka dan mencoba menanyakan lokasi air terjun kedua dan di jawab “wah masih jauh mas, setelah melewati hutan pinus”. Mas Yayan, Mbak Nana san Mas Karib melihat secara serentak ke depan hutan pinus yang masih luas. mereka bertiga saling berhadapan dan akhirnya mengurungkan niatnya (istilah jowone iku “ngepir”). akhirnya merka bertiga kembali ke Ground 14.

Disana mereka beristirahat sejenak bersama Mas Nununk dan saling bercengkerama serta membahas acara LAPD yang nantinya akan dilaksanakan disana. Tak lama mereka berempat meninggalkan Ground 14 dan menuju ke air terjun pertama, yaitu yang berlokasi di bawah. Mereka menyusuri bukit – bukit yang curam yang sesekali (asline berkali kali) mengabadikan diri mereka di tengah – tengah pemandangan indah pegunungan. selama perjalanan menurun mereka sempat beberapa kali terpeleset. Tapi karena mereka pesilat yang tangguh, mereka bisa mengatasinya.

Cukup lama mereka dapat samapai di lokasi air terjun. Sesampainya disana mereka menikmati kesegaran air dari air terjun dengan mengusapkan ke muka, tangan dan kaki mereka. cukup lama mereka disana, karena mereka berlomba lomba mengabadikan diri mereka dengan kamera HP. Hmm…cukup pada narsis…

Setelah puas dengan air terjun, mereka kembali ke lokasi pertama mereka tiba, tapi sebelumnya mampir di kedai sate pentol dan jagung bakar. Setelah puas dengan sate pentol dan jagung bakar, mereka menuju loket perijinan acara dan akhirnya PD SMANAM diijinkan untuk mengadakan acara disana (horeee…..). Setelah itu mereka beristirahat di warung Mak Taji dan menyantap hidangan Sego Lodeh Iwak Ndok dan Sego Rawon Iwak Ndok. Mereka juga melakukan negosiasi dengan Mak Taji masalah harga menu makan ketika nanti diadakan LAPD. Setelah deal, mereka meninggalkan Wana Wisata Air Terjun Dlundung.

Mereka berempat meninggalkan lokasi tepat pada pukul 15.30. Sebelum meninggalkan Trawas, mereka berkunjung ke Kecamatan, Koramil, Polsek setempat untuk menyerahkan surat keterangan mengadakan acara. Sayangnya Kantor Kecamatan sudah tutup karena hari itu kantor kecamatan hanya buka setegah hari,hmmm….

Mereka tiba di Surabaya pada pukul 17.30 dan pulang ke rumah masing – masing….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: