Gelar Wisuda Pendekar Utama dan Pendekar Madya Paguyuban Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri

Pada hari Kamis, tanggal 1 Maret 2012, telah diadakan acara Gelar Wisuda Pendekar Utama dan Pendekar Madya Paguyuban Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri. Acara tersebut diselenggarakan di kantor pusat Paguyuban Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri Pusat (Paguyuban Kesilatnas Indonesia Perisai Diri Pusat), daerah Penjaringan Asri, Rungkut, Surabaya. Acara tersebut merupakan acara pelantikan Pendekar Utama (Pendekar) dan Pendekar Madya (Pendekar Muda). Terdapat lima calon yang akan diangkat menjadi Pendekar Utama dan tiga calon yang akan diangkat menjadi Pendekar Madya. Satu diantara ketiga calon yang akan dilantik menjadi Pendekar Madya adalah Nur Komari. Beliau adalah Pelatih, Penanggung Jawab Teknik, Sesepuh, Bapak dari Perisai Diri Smanam. Sudah semenjak tahun 1989 beliau menyandang Tingkat Merah Kuning. Kapabilitas, kompetensi, hingga pengalamannya di dunia persilatan sudah tidak diragukan lagi.

Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB, yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Paguyuban Kesilatnas Indonesia Perisai Diri Pusat, yaitu Bapak Dr. Soeparjono, SH, Msi. Acara tersebut dihadiri oleh Dewan Pengasuh, yaitu Bapak Oetomo, perwakilan dari IPSI, perwakilan dari POLRES setempat, serta seluruh Dewan Pelatih Paguyuban Kesilatnas Indonesia Perisai Diri. Acara dimulai dengan hening bersama dan langsung dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan pengangkatan oleh Bapak Bambang Rachman Sugiharto, SH. Pada saat berlangsungnya acara, seluruh peserta acara berdiri dengan dan mengikuti rangkaian acara dengan khidmat. Para calon Pendekar Utama dan Pendekar Madya berbaris menurut tingkatannya masing – masing.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan sumpah jabatan yang dipimpin oleh Bapak Dr. Soeparjono, SH, Msi, yang diikuti oleh para calon pendekar. Pada saat tersebut, para calon pendekar disumpah untuk selalu bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, setia dan taa kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjalankan dengan penuh rasa tanggung jawab AD/ART beserta azas dan tujuannya, memupuk rasa kasih sayang dan kekeluargaan diantara seluruh anggota, serta senantiasa menjaga, mengembangkan dan melestarikan silat Perisai Diri. Sumpah tersebut diucapkan dengan penuh semangat dan tanggung jawab oleh seluruh calon pendekar. Acara selanjutnya yaitu penyematan bet Pendekar Utama dan Pendekar Madya oleh Bapak Dr. Soeparjono, SH, Msi dan Bapak Oetomo.

Setelah acara penyematan bet, Bapak Dr. Soeparjono, SH, Msi dan Bapak Oetomo memberikan beberapa pesan kepada para pendekar yang baru saja dilantik. Pesan yang disampaikan yaitu mengenai kata – kata umum yang ada di masyarakat “Saiki jamane jaman edan, yen ora edan, ora keduman”, yang artinya “Sekarang jamannya sudah gila, kalau tidak gila tidak kebagian”. Bapak Oetomo dan Bapak Dr. Soeparjono, SH, Msi, mengingatkan bahwa walaupun jamannya sudah gila, tetapi kita jangan sampai ikut menjadi gila, walaupun tidak mendapatkan apa – apa. Beliau – beliau berpesan agar kita semua selalu memegang teguh dan tetap berjalan pada kebenaran. Beliau – beliau juga berpesan agar kita jangan sampai menjual kebenaran dengan nikmatnya dunia. Berjalan di jalan kebenaran adalah penuh dengan rintangan dan tanpa memiliki teman, sehingga dibutuhkan perjuangan yang luar biasa.

Acara selanjutnya merupakan pemberian ucapan selamat seluruh peserta acara kepada para pendekar yang baru saja dilantik. Sebagai simbolis ucapan syukur atas dilantiknya para pendekar guna meneruskan tongkat estafet perjuangan Perisai Diri, maka dilaksanakan acara “Potong Tumpeng”. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Bapak Dr. Soeparjono, SH, Msi dan diserahkan secara simbolis kepada salah satu pendekar yang baru saja dilantik, yaitu Bapak Komang. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan makan bersama dan setelah itu ditutup dengan hening bersama.

Semoga dengan adanya Pendekar – Pendekar yang baru saja dilantik ini, Perisai Diri semakin berkembang dan berjaya, serta senantiasa menjadi Pendekar yang Berbudi Luhur, seperti pesan Guru Besar Perisai Diri, Bapak Raden Mas Soebandiman Dirdjoatmodjo, “Jadilah Pendekar yang Berbudi Luhur”.

About these ads

4 Comments (+add yours?)

  1. Wulantri Mayangsari
    Jul 24, 2012 @ 20:08:47

    wah kecele aku, aku pikir ini Kelatnas PERISAI DIRI, ternyata bukan……. kok seragamnya mirip banget atau bahkan sama……. waduh ini bisa menyesatkan dong.

    Reply

    • pdsmanam
      Sep 19, 2012 @ 23:18:49

      Mohon maaf Mbak Wulan, mungkin kalo Mbak Wulan tau historis terkininya pasti Mbak Wulan ndak merasa kecele… So please don’t judge the book by the cover :) Thanx… SBS

      Reply

  2. kelurga perisai diri
    Oct 15, 2012 @ 11:26:23

    sejak tanggal 2 juli1955 namanya adalah Keluarga silat nasional Indonesia perisai diri.sedang nama yang itu kan baru aja.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: